Teluk Tomini merupakan teluk terbesar di Indonesia, dengan luas lebih dari 6.000.000 hektare (ha) yang melingkupi tiga provinsi, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Pemanfaatan sumber daya alam Teluk Tomini untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat harus tetap memerhatikan kelestarian ekosistem. Dalam wilayahnya yang luas, di Kota Gorontalo terdapat salah satu kelurahan yang wilayah lautnya termasuk dalam batasan teluk tomini yakni Kelurahan Leato Selatan.
Perkembangan yang semakin pesat kota gorontalo, pantai Leato terancam kritis oleh adanya pencemaran sampah laut yang mengubah keindahan wilayah pesisir laut pantai Leato Selatan. Hal ini berdampak pada hasil tangkapan ikan dan pendapatan masyarakat nelayan menurun. Dengan adanya permasalahan-permasalahan tersebut oleh pemerintah setempat telah mencanangkan Kampung Bahari Nusantara (KBN) yang programnya bergerak dalam masalah lingkungan dan dapat menunjang ekowisata serta keunggulan dari pantai Leato Selatan. Namun, dalam pelaksanaan programnya belum terlaksana dengan optimal disebabkan kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan sampah baik sampah organik maupun anorganik.
Berdasarkan permasalahan yang ada maka disusunlah buku pedoman ini, sesuai dengan pelaksanaan program PKM-PM “Inovasi Sekolah Bahari Sebagai Penguatan Program Kampung Bahari Nusantara (KBN) Di Kelurahan Leato Selatan Kota Gorontalo”. Buku ini mejadi pedoman dalam pelaksanaan sekolah bahari dengan harapan dapat menambah kepedulian masyarakat terhadap stabilitias lingkungan pesisir dan meningkatnya pemahan terkait pengolahan sampah, sehingga dapat meningkatkan kebersihan pesisir dalam menunjang ekowisata yang merupakan salah satu program dari KBN di Kelurahan Leato Selatan.