Gel Biji Kopi Robusta sebagai Upaya Non Farmakologis untuk Menghambat Bakteri Porphyromonas gingival
Judul : Gel Biji Kopi Robusta sebagai Upaya Non Farmakologis untuk Menghambat Bakteri Porphyromonas gingivalis Penyebab Periodontis
Penulis : Ardi Mohamad Bukhari, S.Tr.Kes., M.Tr.TGM., Dr. drg. Supriyana, M.Pd., dan Dr. drg. Lanny Sunarjo, MDSc.
Sinopsis :
Bahan herbal dari Biji kopi robusta merupakan spesies tunggal dari Coffea canephora Pierre ex Forehner. Di Indonesia pemanfaatan biji kopi robusta masih belum optimal karena kurangnya pengetahuan mengenai pemanfaatannya, padahal buah ini memiliki manfaat yang tinggi dan dapat dikonsumsi sebagai alternatif pengganti obat. Kopi merupakan bahan alam yang telah terbukti sebagai antiinflamasi. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Indonesia, 2017, produksi kopi di Indonesia mencapai 637,539 kg terutama kopi robusta. Biji kopi robusta mengandung senyawa antioksidan antara lain flavonoid, polifenol, dan proantisianidin. Analisis fitokimia, ektrak biji kopi robusta mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid. Sehingga kandungan senyawa sangat berpotensi sebagai bahan obat alternatif untuk dikembangkan melalui penelitian lebih lanjut melalui uji laboratorium dan uji pra-klinik. Selama ini perawatan periodontitis dilakukan dengan terapi scaling maupun menggunakan bahan antibakteri topikal kimia. Bahan antibakteri topikal ini mempunyai efek samping seperti burning sensation serta harga relatif mahal. Oleh karena itu perlu diberikan alternatif bahan antiinflamasi menggunakan bahan alami yang banyak dijumpai di Indonesia seperti kopi robusta.. Zat aktif yang mempercepat proses penyembuhan luka diantaranya flavonoid, polifenol, serta proantisianidin