judul :
Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit
Pemanfaatan Limbah Industri Kelapa Sawit dalam Mendukung Ketahanan Pangan, Energi, dan Pupuk Organik
penulis :
Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si.
sinopsis :
Tanaman kelapa sawit (Elaeis guinensis Jack.) merupakan tanaman yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia. Tanaman kelapa sawit merupakan komoditi terbaik yang dikaruniakan Tuhan Yang Maha Esa kepada Bangsa Indonesia. Minyak kelapa sawit merupakan komoditas ekspor yang menghasilkan devisa utama, perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan kelapa sawit telah menyediakan lapangan kerja lebih dari 20 juta orang, industri dan perkebunan kelapa sawit mampu menjadi agen pengembangan wilayah sehingga terjadi pemerataan penyebaran penduduk secara swadaya.
produksi minyak sawit indonesia setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan dan pada tahun 2022 diperkirakan produksi CPO Indonesia mencapai 48.235.408 ton. Peningkatan produksi minyak sawit tersebut juga diikuti oleh peningkatan produk samping kelapa sawit yang berbentuk cair, padat dan gas. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan suatu produk samping (by product) kelapa sawit yang jumlahnya cukup besar mencapai sekitar 23 ?ri total tandan buah segar yaitu 48.235.408 ton
Tujuan umum dari pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) adalah untuk menjadi pangan (jamur pangan), energi (biogas), dan pupuk organik (kompos dan pupuk organik cair) secara simultan. Pentingnya pemanfaatan TKKS juga sebagai bahan avokasi Indonesia di dunia internasional. Parlemen Eropa sampai saat ini menyatakan bahwa kelapa sawit Indonesia adalah produk yang tidak ramah lingkungan, karena limbah padatnya tidak ditangani secara baik sehingga menimbulkan gas rumah kaca.
Hasil penelitian tentang pemanfaatan limbah TKKS sebagai media tanam menunjukkan bahwa TKKS dapat digunakan sebagai media tanam jamur merang sebanyak 3 kali dengan hasil sebagai berikut: media tanam TKKS baru 289,5 kg; media tanam TKKS bekas I 185 kg; dan media tanam TKKS bekas II 155 kg. Produksi jamur merang bermedia TKKS paling produkif dilakukan sampai hari ke 20 dari proses inokulasi. Penanaman jamur merang pada media TKKS mampu menurunkan kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin secara signifikan.
Produksi biogas tertinggi sampai terendah berturut-turut adalah perlakuan penambahan dekomposer EM4, manure, LCPKS, sludge LCPKS, dan kontrol. Kandungan gas metan dalam biogas tertinggi terdapat pada perlakuan penambahan dekomposer EM4 dengan presentase gas metan sebesar 51,2%. Produksi optimum biogas pada perlakuan penambahan dekomposer EM4 berada pada kondisi suhu 30°C, pH 7, dan CN rasio 26,63. Komposisi kompos yang hasilnya mendekati persyaratan SNI adalah perlakuan penambahan dekomposer manure, dimana kompos yang dihasilkan memiliki kandungan C 24,63 %; N 1,29 %; P 1,57%; K 0,18%; dan CN rasio 20,0.