Judul :
Senandika
Penulis :
Shely Aprilia, Faris, Ayman Abdullah Jabal, Basmah, Ali, Wilda, Ahmad Mansyur, Ali Ridho, Usamah, Afikah Aulia Setyanti, Abdul Azis Ismail, Juhari, Majid, Suriya Sayud, Abdu Azis, Arshila Dewi Bhasuki, Saleh Mohammed, Rania, Najlaa, Muawanah, Ning Fauziyah, Rakan, Iqbal, Iam Ruslan, Rohim, Fatma Altaf, Muhammad Sudirman Patindol, Fifin, Faisal Jumairi, Musa, Nauwaf, Nafisah, Asyraf, Ifadatul Hasanah, Hifdzi Radinka Farrel Abdillah, Najma Salsabila Sunni, Aris,Muhammad Rifqi Febrizameka, Ariska, Qayyum, Daffa Ulhaq, Maemunah, Ghitrov, Lubna Shaikh, Syahrul, Rifal Sulaiman, Raudah.
Sinopsis :
Antalogi puisi Senandika tak lebih tak kurang adalah gejolak emosi anak-anak muda yang terkumpul dalam sekumpulan kertas bertinta. Bagi pembaca Senandika akan terasa seperti ruangan suara batin para penulis terhadap kehidupan mereka. Namun, bagi para penulis Senandika adalah sebuah jejak nyata yang akan abadi selamanya. Dengan berbagai bait elok yang tersusun dalam 43 puisi. Senandika adalah sebuah karya yang akan membawa pembaca berpetualang dengan kehidupan para pemuda dan segala problematika manusiawinya.